Gunung Semeru Erupsi, Ganjar Gelar Doa Bersama di Ponpes Tawangmangu dan Nyatakan Siap Bantu

Gubernur Jawa Tengah, Ganjar Pranowo ajak masyarakat doakan korban erupsi Gunung Semeru, Sabtu (4/12/2021). Ganjar yang saat itu melakukan silaturahmi ke Pondok Pesantren Isy Karima, Tawangmangu, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah, mengajak ratusan santri untuk mendoakan keselamatan para korban. Dengan dipimpin Ketua Yayasan Pondok Pesantren Isy Karima, Ustaz Syihabudin Abdul Muiz, doa pun dimulai.

“Insyaallah kami siap membantu. Tadi bersama para santri ikut mendoakan, mudah mudahan ini bagian dari ekspresi kita bagaimana antarsesama kita peduli, antarsesama kita siap membantu dan saling mendoakan." "Kita tadi mendoakan mudah mudahan saudara saudara kira di sekitar Semeru selalu sehat, kuat, dan tabah,” kata Ganjar dikutip dari . Senin (6/12/2021). Meski dampaknya tidak sampai ke Jawa tengah, Ganjar menyebut akan terus berkomunikasi dengan Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Jawa Tengah. “Sampai saat ini belum, teman teman BPBD sedang komunikasi. Biasanya, kejadian kejadian yang umpamanya nanti membesar, komunikasi itu akan terjalin."

"Sampai hari ini yang ke saya belum ada laporan dampaknya sampai ke Jawa Tengah,” kat Ganjar Sementara itu, Gubernur Jawa Timur, Khofifah Indar Parawansa kunjungi lokasi yang terdampak erupsi Gunung Semeru, Minggu (5/12/2021). Yakni tepatnya di Kampung Renteng, Desa Sumber Wulu, Kecamatan Candi Puro, Lumajang, Jawa Timur.

Dari kunjungannya itu, Khofifah kabarkan 16 rumah tertimbun awan panas guguran (APG). Selain menimbun rumah, APG juga menimbun mobil mobil warga sekitar. "Tetapi APG sangat cepat, evakuasi saat yang sama sangat padat, sehingga ada mobil yang tertimbun."

"Ada 16 rumah tertimbun saat ini ada satu warga yang sedang proses evakuasi," tulis Khofifah dalam unggahan media sosial Instagramnya, Minggu (5/12/2021). Dengan adanya bencana alam ini, Khofifah meminta masyarakat untuk ikut mendoakan. Khofifah berharap proses evakuasi dapat berjalan lancar dan banyak orang yang selamat.

"Mohon doa dan gotong royong semuanya. Semoga kita bisa menangani dengan cepat," jelas Khofifah. Pada kesempatan lain, Khofifah mengatakan proses Early Warning System atau Sistem Peringatan Dini sebenarnya sudah berjalan baik. Juga pemantauan dari PVMBG Gunung Sawur dan Koordinator Penambang juga terkonfirmasi baik.

Kendati demikian, kata Khofifah, material yang dibawa ternyata lebih besar dari perkiraan. "Bisa dilihat bahwa beberapa meter dari lokasi sudah ada papan jalur evakuasi." "Pada tataran mitigasi dan Early Warning System relatif sudah jalan. Tetapi material yang dibawa pada guguran kali ini rupanya jauh lebih besar," jelas KHofifah dikutip dari , Minggu (5/12/2021).

Untuk itu Khofifah meminta warga setempat untuk meningkatkan kewaspadaan. "Jangan pernah meremehkan fenomena alam termasuk di daerah lereng Gunung Semeru." "Pada dasarnya masyarakat sudah paham bagaimana budaya dan karakteristik wilayahnya," kata Khofifah.

Leave a Reply

Your email address will not be published.